Spesial Lionel Messi

[vc_row][vc_column][vc_column_text css_animation="slideInLeft"]Lionel Messi telah mengumandangkan namanya ke semua penjuru Amerika Serikat. Megabintang Argentina tersebut langsung tancap gas setelah menggemparkan kancah sepakbola dunia dengan memilih Inter Miami sebagai destinasi barunya usai habis kontrak di Paris Saint-Germain, Juli kemarin.

Tak bisa dipungkiri bahwa Messi adalah bintang terbesar di MLS saat ini, bahkan mungkin bintang terbesar sepanjang sejarah liga Amerika tersebut. Maka tidak heran jika semua perhatian tertuju padanya. Dunia menantikan kiprahnya mengangkat derajat Inter Miami yang sebelum kedatangannya mendekam di dasar klasemen, menjadi calon peserta play-off dan bahkan penantang gelar.

Dan BANDARUANG akan menemani perjalanan Anda, memastikan Anda tak melewatkan satu pun penampilan Messi selama di Miami, dan mengevaluasi tiap-tiap penampilan peraih tujuh Ballon d'Or itu di klub barunya.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_section][vc_row][vc_column][vc_single_image source="external_link" external_img_size="828x466" custom_src="https://assets.goal.com/v3/assets/bltcc7a7ffd2fbf71f5/bltc9c79f3040eb30d6/64e6ba60f51ffba1c7cc3ba5/messi_celebrate.jpg?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60"][vc_column_text]

24 Agustus: FC Cincinnati 3-3 (4-5 pen) Inter Miami, Piala Terbuka AS

Inter Miami mati dan terkubur. Tertinggal satu gol dengan sisa waktu yang tinggal sedikit di Piala Terbuka AS, nampaknya ambisi memenangi trofi kedua di 2023 harus berakhir di TQL Stadium. Namun mereka yang sudah menantikan kekalahan Inter Miami melupakan satu hal: mereka punya Lionel Messi.

Messi kembali menjadi pahlawan, sekalipun ia gagal masuk papan skor untuk pertama kalinya semenjak hijrah ke Amerika Serikat. Meski Messi tak mencetak gol, ia yang menyumbang assist di dua dari tiga gol Inter Miami, termasuk di gol penyeimbang menit akhir.

Setelah memberi assist untuk Leo Campana dari bola mati di menit 68, Messi kembali melahirkan kombo 'dari Leo untuk Leo' untuk menjaga asa Inter Miami di Piala Terbuka. Crossing jarak jauhnya di menit 90+7 jatuh akurat ke kepala Campana, yang menanduknya demi memperpanjang laga ke babak tambahan.

Keriuhan tak berhenti di situ. Josef Martinez membalikkan keadaan di awal babak tambahan, tetapi FC Cincy kembali menetralkan skor dengan gol Yuya Kubo. Laga berlanjut ke adu penalti, dengan Messi mengeksekusi tendangannya dengan sempurna. Pada akhirnya, sepakan Nick Hagglund diselamatkan Drake Callendar, dan Inter Miami bangkit untuk menuju final kedua dalam empat hari.

Dengan Messi menciptakan keajaiban demi keajaiban, Inter Miami jadi seolah tak terkalahkan. Mereka memenangi trofi pertama mereka akhir pekan kemarin, dan mungkin tak perlu menunggu untuk waktu yang lama untuk meraih trofi kedua berkat kaki magis sang superstar Argentina.

[/vc_column_text][vc_single_image source="external_link" external_img_size="828x466" custom_src="https://www.usatoday.com/gcdn/presto/2023/08/20/USAT/4b669ccb-d49f-47d5-b00f-c50959fed109-f68ca64c-830e-4697-82f6-3cdf98ecba82_thumbnail.png?width=1280&height=720&fit=crop&format=pjpg&auto=webp"][vc_column_text]

20 Agustus: Nashville SC 1-1 Inter Miami (9-10 pen), final Leagues Cup

Inter Miami meraih trofi pertama dalam sejarah mereka. Beberapa pekan yang lalu, kalimat tersebut rasanya seperti mimpi siang bolong. Tim terburuk di MLS menaklukkan semua lawan yang ada untuk mengangkat piala? Yang benar saja!

Namun, beberapa pekan yang lalu, mereka belum memiliki seorang Lionel Messi. Sekarang semuanya berbeda.

Tidak mengejutkan, Messi sekali lagi menjadi protagonis saat Inter Miami menaklukkan Nashville SC di Geodis Park, mencetak gol menakjubkan untuk memulai laga yang berakhir dengan skor 1-1 setelah 90 menit. Gol tersebut sangat tipikal Messi: ruang yang sempit, tendangan berbelok, dan kiper lawan yang tak bisa apa-apa.

Sebiji gol kemelut memperpanjang napas Nashville di laga ini, tetapi, sekalipun laga berlangsung sampai adu penalti, Messi cs tak terhentikan. Secara sejarah, adu penaltinya juga apik, karena ke-22 pemain kebagian menendang. Sebagai eksekutor pertama Miami, Messi tentu saja menjalankan tugasnya dengan baik, tetapi The Herons baru bisa merayakan prestasi pertama mereka saat sepakan kiper Nashville, Elliot Panicco, diselamatkan Drake Callendar.

Messi sekali lagi menjadi kunci segalanya. Tak banyak momen monumental sepanjang laga dan Callendar yang pasti akan dilabeli sebagai pahlawan, tetapi Messi berhasil melakukannya lagi. Tim baru, kisah lama: trofi dalam genggaman!

[/vc_column_text][vc_single_image source="external_link" external_img_size="828x466" custom_src="https://i.dailymail.co.uk/1s/2023/08/16/03/74361777-0-image-m-25_1692153340970.jpg"][vc_column_text]

16 Agustus: Philadelphia Union 1-4 Inter Miami, Leagues Cup

Inter Miami menuju final pertama dalam sejarah mereka dan, tentu saja, Messi-lah salah satu yang paling berjasa. Megabintang Argentina itu mencetak gol kedua dari empat gol tercipta, menaklukkan peraih tiga gelar Kiper Terbaik MLS Andre Blake dengan sepakan jarak jauh. Ini menjadi gol kesembilannya semenjak hijrah ke Amerika Serikat dan Sepatu Emas Leagues Cup akan menjadi koleksi barunya.

Messi menjadi satu dari beberapa kontributor kemenangan ini dan, dibandingkan dengan laga-laga sebelumnya, penampilannya kali ini adalah salah satu yang paling insignifikan. Messi efektif, mencetak gol dan nyaris mendapat brace di babak kedua, tetapi Inter Miami mampu menjebol gawang lawan lewat beberapa berbagai sumber di laga ini.

Jordi Alba turut menyumbang, sehingga duo eks-Barcelona berhasil masuk papan skor, sementara Josef Martinez membungkam fans Union dengan gol di menit ketiga. Pesta gol ditutup via sumbangan menit akhir David Ruiz, sang gelandang jebolan akademi berusia 19 tahun.

Satu lagi laga di mana Inter Miami menceploskan empat gol, dan kini mencatatkan empat gol empat kali dari lima laga terakhir. Satu kemenangan lagi, dan Miami akan memenangkan trofi pertama dalam sejarah mereka.

[/vc_column_text][vc_single_image source="external_link" external_img_size="828x466" custom_src="https://assets.goal.com/v3/assets/bltcc7a7ffd2fbf71f5/bltd09e7fabfc1ad6d2/64d6f0f5197d203e9660f958/messiiii.jpg?auto=webp&format=pjpg&width=1080&quality=60"][vc_column_text]

12 Agustus: Inter Miami 4-0 Charlotte FC, Leagues Cup

Padahal sang GOAT terlihat bisa dibungkam...

Ya, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan performa Messi selama 86 menit pertama laga Inter Miami vs Charlotte FC: terbungkam (paling tidak jika berdasarkan standarnya). La Pulga tetaplah penuh impak, menjadi magnet yang mengacak-acak pertahanan Charlotte, tetapi dengan waktu terus berjalan dan Inter Miami unggul telak, Messi tak kunjung mampu masuk papan skor.

Tapi, kita sedang bicara soal Messi. Apa ada tim di Leagues Cup yang mampu membungkamnya 90 menit penuh? Sejauh ini, jawabannya tidak, setelah Charlotte menjadi tim terbaru yang 'dimangsa' legenda Barcelona ini. Di menit-menit terakhir, ia menghantam crossing Leonardo Campana, dan dia pun menutup penampilannya yang paling biasa saja (sejauh ini) untuk Inter Miami dengan memperlebar skor menjadi 4-0.

Pada akhirnya, Messi menorehkan gol dalam lima laga beruntun sembari membantu Inter Miami mencapai semi-final Leagues Cup. Ia menjadi pemimpin persaingan Sepatu Emas dan berani taruhan dia tidak akan bisa disalip.

[/vc_column_text][vc_single_image source="external_link" external_img_size="828x466" custom_src="https://assets.goal.com/v3/assets/bltcc7a7ffd2fbf71f5/blta7675bd764675f2f/64d06c38f92a5828a26415ed/mess_pens.jpg?auto=webp&format=pjpg&width=1080&quality=60"][vc_column_text]

7 Agustus: FC Dallas 4 - 4 Inter Miami (3-5 pen), Leagues Cup

Messi bukan manusia. Lagi-lagi, dia mencetak gol lewat tendangan bebas memukau, dengan yang satu ini menjadi penyeimbang skor di menit-menit terakhir untuk menyelamatkan Inter Miami. Dengan timnya tertinggal satu gol di akhir pertandingan tandang pertamanya sejak tiba di AS, Messi melepaskan tendangan bebas di menit ke-85 untuk menjadi tajuk utama pertandingan Piala Liga yang akan tercatat dalam sejarah.

Pertandingan ini luar biasa, jika merujuk pada standar sepakbola di sana. Laga dimulai dengan, tentu saja, gol Messi, penyelesaian fantastis dari umpan silang Jordi Alba. Dari sana, segalanya kacau balau. Gol bunuh diri dari kedua tim, satu berkat aksi Messi yang kena Marco Farfan dari FC Dallas dan satu dari sahabat baru Messi, Robert Taylor, dan beberapa penyelesaian yang menakjubkan ditampilkan kedua tim, dengan Dallas dan Miami melihat deretan bintang Argentina mereka bersinar.

Sayangnya bagi Dallas, justru ikon Miami dari Argentina yang menang hari itu. Dengan dua golnya, dia sekarang menjadi pencetak gol terbanyak kompetisi ini. Ketika dia melangkah ke titik penalti dalam adu penalti, ada sedikit keraguan bahwa Messi juga akan mencetak gol. Rekan setimnya juga melakukan tugasnya, dengan pemain FC Dallas Paxton Pomykal yang malang gagal dari titik penalti.

Messi dan Inter Miami terus melaju. Pemain Argentina itu tidak dapat dihentikan, dan Miami sekarang dapat mulai memikirkan trofi.

[/vc_column_text][vc_single_image source="external_link" external_img_size="828x466" custom_src="https://assets.goal.com/v3/assets/bltcc7a7ffd2fbf71f5/blt5278da1e69bd76d7/64cb181d8ed6d5625571c253/emssorl.jpg?auto=webp&format=pjpg&width=1080&quality=60"][vc_column_text]

3 Agustus: Inter Miami 3-1 Orlando City, Leagues Cup

Orlano City belajar dari 'kesalahan' Atlanta United dan Cruz Azul dan melakukan apa yang tak keduanya lakukan: mengasari Messi. Ide yang bagus sih. Kalau tak bisa membungkamnya, menghajarnya mungkin menjadi satu-satunya jalan keluar.

Sayang bagi Orlando, semua itu tidak ada artinya. Messi tetap menghabisi mereka.

Meski dilanggar keras bertubi-tubi, Messi mencetak dua gol dalam kemenangan 3-1 ini, masing-masing satu di kedua babak. Gol pertamanya adalah sepakan voli fantastis hasil crossing apik Robert Taylor. Gol keduanya? Lagi-lagi voli fantastis, hasil crossing apik Josef Martinez. Murni Messi, murni brilian, dan Miami berpesta lagi.

Dengan dua golnya, Messi kini sudah mencatatkan lima gol dalam tiga laga; sebuah statistik yang gila bahkan untuk sang GOAT sendiri.

Orlando menjajal pendekatan yang berbeda, namun Messi kesulitan saja tidak. Satu laga lagi, satu lagi korban Messi, yang terus-menerus meneror semua lawan-lawannya.

[/vc_column_text][vc_single_image source="external_link" external_img_size="828x466" custom_src="https://assets.goal.com/v3/assets/bltcc7a7ffd2fbf71f5/blt4599a0e4ec864411/64c0619df96d96f0cc738a0f/GettyImages-1554966078_(1).jpg?auto=webp&format=pjpg&width=1080&quality=60"][vc_column_text]

26 Juli: Inter Miami 4-0 Atlanta United, Leagues Cup

Debut yang terlalu spektakuler bisa menjadi beban mental bagi pemain mana pun. Tetapi itu tak berlaku untuk Messi. Sang GOAT bahkan lebih gila lagi di Putaran 2.

Melakoni start pertamanya dalam balutan merah muda Inter Miami, Messi sangat dominan ketika melumat Atlanta United 4-0. Ia mencetak dua gol pertama Miami dalam 22 menit, sebelum memberi assist untuk kedua gol terakhir. Ia membuat Robert Taylor bermain seperti Luis Suarez di masa jayanya. Ya, Taylor yang paling dimanjakan dan diuntungkan dengan kehadiran Messi sejauh ini.

Ini adalah penampilan Messi di level terbaiknya. Ia mencetak gol-golnya sendiri, tetapi juga menciptakannya untuk rekan-rekan di sekitarnya. Pun juga tidak melulu lewat umpan jitu, tetapi juga lewat 'gravitasi' yang membuatnya dikejar-kejar hampir semua pemain lawan di lapangan.

[/vc_column_text][vc_single_image source="external_link" external_img_size="828x466" custom_src="https://assets.goal.com/v3/assets/bltcc7a7ffd2fbf71f5/blt796728e5774f11f0/64be77b098e94d4773ca190f/GOAL_-_Blank_WEB_-_Facebook_-_2023-07-24T140740.339.png?auto=webp&format=pjpg&width=1080&quality=60"][vc_column_text]

22 Juli: Cruz Azul 1-2 Inter Miami, Leagues Cup

Seperti suratan takdir, debut Messi memang sudah digariskan akan berakhir dengan spektakuler.

Fans Inter Miami diharuskan menunggu untuk debut sang megabintang, karena Messi tidak masuk starting XI Tata Martino, tetapi penantian mereka sama sekali tidak sia-sia. Dalam kedudukan 1-1 dan pertandingan memasuki detik-detik terakhir, Messi mengunjamkan tendangan bebasnya ke gawang Cruz Azul, membawa Inter Miami menuju kemenangan dan membuka era baru soccer di Amerika Serikat.

Momen ini akan terus-menerus diputar ulang dan dikenang selama bertahun-tahun, momen di mana Messi benar-benar menginjakkan kakinya di Negeri Paman Sam. Debut impian, gol impian, dari pemain impian Inter Miami.

Ini mungkin 'hanya' akan menjadi gol pertama dari puluhan bahkan ratusan gol yang akan Messi cetak, tetapi gol malam ini adalah lesakkan bersejarah yang akan selalu disertakan dalam kompilasi kehebatan La Pulga di masa depan.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][/vc_section][vc_row][vc_column][vc_column_text]

Tempat Taruhan Terpercaya WAMA88

Kenapa saya harus memilih WAMA88?
Ketika bertaruh bola online, penting untuk memilih tempat taruhan online yang tepercaya dan memiliki lisensi yang sah. Pastikan untuk membaca ulasan pemain sebelum mendaftar di situs web atau aplikasi apa pun. Selain itu, tempat taruhan online yang baik akan menggunakan teknologi enkripsi yang kuat untuk melindungi informasi pribadi dan keuangan pemain. Nilai yang kami junjung tinggi adalah janji kami untuk memberikan pengalaman bertaruh terbaik kepada para pemain di situs kami.[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Back to top button

Notice: ob_end_flush(): Failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/bandaruang/public_html/wp-includes/functions.php on line 5373