bandaruang
Berita Viral

Timnas Indonesia butuh Pierre Mankowski 2019 ini.

Timnas Indonesia Butuh Pelatih baru?

Timnas Indonesia
Pierre Mankowski

Timnas Indonesia sepertinya tidak boleh terpaku demikian itu saja dengan nama Luis Milla, sebagai kandidat substitusi Simon McMenemy di tempat duduk kepelatihan.

Seandainya berkeinginan ditebak lebih jauh, ada seorang pelatih yang punya prestasi lebih mentereng daripada Luis Milla, dan mungkin sesuai pula untuk tukangi Timnas Indonesia.

Sosok pelatih yang dialamatkan itu bernama Pierre Mankowski. Terdengar kurang tenar mungkin, namun Pierre Mankowski sesungguhnya punya pengalaman lumayan di ajang kepelatihan internasional.

Sama seperti Luis Milla, sosok Pierre Mankowski pernah pula meraih prestasi gemilang pada jenjang regu nasional junior. Bila Luis Milla sukses mengantarkan Spanyol U-21 menjuarai Euro U-21 2011, Pierre Mankowski lebih hebat lagi, yaitu membawa Prancis U-20 menguasai Piala Dunia U-20 2013.

Pemain Prancis yang diasuh Pierre Mankowski kala itu juga bukan nama sembarangan. Kongkretnya saja, Pierre Mankowski mengandalkan nama sekelas Paul Pogba sebagai kapten regu Prancis di sepanjang Piala Dunia U-20 2013.

Lihatlah yang terjadi sekarang, selepas lulus dari besutan Pierre Mankowski, Pogba menjelma menjadi gelandang tengah top dunia. Pogba bermain untuk regu raksasa Inggris, Manchester United, dan berperan besar dalam gelar pemenang Piala Dunia 2018 yang diraih Prancis.

Nama Pierre Mankowski sendiri sekarang sedang tidak mempunyai klub untuk dilatih. Menurut data dari laman Transfermarkt, Pierre Mankowski terakhir kali menjabat sebagai pelatih pada 2016 lalu di regu Prancis U-21.

Bila memerlukan alternatif lain di luar nama Luis Milla, sosok Pierre Mankowski terang cukup menarik. Reputasi Pierre Mankowski yang pernah menjuarai Piala Dunia dan menangani Pogba, mungkin akan membawa imbas bagus bagi perkembangan Timnas Indonesia.

Melainkan kembali lagi, seluruh berita berkaitan posisi pelatih, entah Luis Milla atau Pierre Mankowski, masih semestinya menunggu kebijakan PSSI. 

Selaku induk tertinggi sepak bola Indonesia, PSSI diinginkan dapat mengambil kebijakan pas atas kiprah Skuat Garuda racikan Simon McMenemy, yang senantiasa menelan kekalahan dalam empat lomba beruntun Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Timnas Indonesia - 3 Pemain Naturalisasi yang Dibesarkan Luis Milla.

Pelatih asal Spanyol, Luis Milla Aspas, kembali diisukan bakal menangani sesudah menerima ridho dari Kemenpora.

Eks Sekjen PSSI, Ade Wellington, menyebut Luis Milla mau kembali melatih. Kecuali itu, mantan pelatih timnas muda Spanyol itu siap berdiplomasi mengenai problem gaji.

“Aku telah berjumpa Luis (Milla) di wisma. Ia hakekatnya bersuka cita di Indonesia dan kesan pertama yang aku tangkap yakni uang bukan lagi prioritas utama," tulis Duta Besar RI untuk Spanyol, Hermono, dalam pesan simpelnya terhadap Sesmenpora, Gatot S. Dewa Broto.

Prestasi tengah jeblok sesudah terjerembab di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G. Skuat Garuda menelan empat kekalahan beruntun, tiga di antaranya pun terjadi di sangkar.

Sesudah keok dari Vietnam, pelatih Simon McMenemy mulai dipinta turun dari jabatannya. Selama menangani timnas senior, Simon juga diukur terlalu mengandalkan pemain naturalisasi.

Menerapkan pemain naturalisasi memang bukan perkara yang salah. Luis Milla semasa melatih terbukti tak ‘alergi’ dengan pemain naturalisasi.

Menariknya, ada tiga pemain naturalisasi yang menjalani debut di timnas Indonesia di bawah kepelatihan Luis Milla. Berikut mengulasnya untuk Anda.

Timnas Indonesia - Beto Goncalves

Beto Goncalves sekarang menjadi tulang punggung timnas Indonesia di lini depan. Padahal sudah sudah berusia 38 tahun, dia masih menonjolkan ketajamannya.

Siapa sangka, debut Beto Goncalves terjadi di era Luis Milla. Striker kelahiran Brasil itu menjalani debut bersama timnas Indonesia U-23 pada 31 Mei 2018.

Timnas Indonesia U-23 dikala itu melakoni partai pertemanan melawan Thailand di Stadion PTIK, Jakarta Selatan. Beto Goncalves turun sebagai starter bersama bek naturalisasi, Victor Igbonefo.

Beto Goncalves mendonasi assist di lomba debut nonresmi bersama. Melainkan demikian, Garuda Muda yang dipersiapkan menuju Asian Games 2018 keok 1-2 dari Thailand.

Timnas Indonesia - Ezra Walian

Luis Milla lantas memberi kans debut Ezra Walian bersama sehari sesudah mengantongi paspor Warga Negara Indonesia (WNI), tepatnya 21 Maret 2017.

Timnas senior yang mayoritas dihuni pemain U-23 untuk SEA Games 2017 menghadapi Myanmar yang didominasi pemain senior. Ezra Walian dimainkan di babak kedua menggantikan Ahmad Nur Hardianto.

Melainkan sayangnya, debut Ezra Walian tercoreng dengan kekalahan timnas Indonesia dari Myanmar di Stadion Pakansari, Bogor dengan poin 1-3.

Timnas Indonesia - Ilija Spasojevic

Ilija Spasojevic menjalani debutnya bersama timnas Indonesia di era Luis Milla, tepatnya 18 November 2017 dikala menghadapi timnas Suriah U-23 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang.

Debut Ilija Spasojevic berjalan kurang mulus karena takluk 0-1. Striker kelahiran Montenegro itu pun gagal melepaskan satu malahan tembakan ke gawang.

Padahal demikian itu, Luis Milla memberi kebanggaan kepada Ilija Spasojevic. Dia mengevaluasi striker yang sekarang membela Bali United itu dapat memberikan model profesionalisme terhadap pemain muda.

Bukan Soal Uang, Luis Milla Terbukti Terlanjur Cinta dengan Indonesia

Info mengenai kembalinya Luis Milla untuk menangani bertiup cepat, secara khusus sesudah memperoleh ridho dari Kemenpora.

Info mengenai kembalinya Luis Milla sebagai pelatih bertiup dari percakapan eks Sekjen PSSI era Edy Rahmayadi, Ade Welington. Ia mengevaluasi sang pelatih mau kembali lantaran prihatin memperhatikan situasi skuat Garuda dikala ini.

Luis Milla memang pernah menukangi, melainkan jalinan kerja sama ini semestinya usai sebab nominal gaji pelatih berpaspor Spanyol itu yang dirasa terlalu mahal.

Ini menyeruak berita bahwa Luis Milla tidak lagi mempermasalahkan uang jikalau dipinta kembali melatih. Hal itu dikenal dari percakapan aplikasi pesan singkat Whatsapp Sesmenpora, Gatot S. Dewa Broto, dengan Duta Besar RI untuk Spanyol, Hermono.

"Aku telah berjumpa Luis (Milla) di Wisma. Ia hakekatnya bersuka cita di Indonesia dan kesan pertama yang aku tangkap yakni uang bukan lagi prioritas utama," tulis Hermono dalam pesan simpelnya terhadap Gatot S. Dewa Broto.

Pernyataan Hermono ini membuka kesempatan Luis Milla kembali melatih di Indonesia, secara khusus penikmat sepak bola Tanah Air masih belum dapat move on dari sosok eks pemain Barcelona dan Real Madrid hal yang demikian.

Sekedar mengingatkan, Luis Milla belum menangani regu mana malahan berakhir menuntaskan urusan dengan timnas Indonesia, tepatnya pasca-Asian Games 2018 alias setahun silam.

Source:
bandaruang.com
indosport.com

Tampilkan Lebih Bnayak

Related Articles

Back to top button
Close