Menpora Optimistis Taekwondo Raih Tiga Emas di SEA Games 2019
Menpora Optimistis Taekwondo Raih Tiga Emas di SEA Games 2019

Menteri Pemuda dan Olaharga atau Menpora Zainudin Amali datang ke Pelatnas atlis Taekwondo yang sedang melakukan sesi latihan dan mempersiapkan diri untuk bertanding di Laga Sea Games 2019 yang berlansgung di Filipina.

Dalam waktu kunjungannya, Menpora menyalurkan permintaan presiden Joko Widodo yang ingin prestasi dan penghargaan di bidang olahraga indonesia di pertahankan dan di tingkatkan supaya lebih baik lagi, tak terkecuali dengan Taekwondo.

"Presiden sangat menaruh harap pada interpretasi dari olahraga, apa yang ada dipertahankan, khususnya Taekwondo menargetkan tiga medali emas saya pikir itu harus bisa mencapainya, saya melihat optimis pada wajah atlet tersebut untuk mencapai target internal yang tiga emas," kata Menteri Olahraga di GOR POPKI Cibubur, Jakarta, Senin (28/10/2019).

Image result for atlet taekwondo 2019

Selanjutnya, perihal kunjugannya ke pelatnas Taekwondo, menpora menyarankan para atlet untuk kerja keras, latihan dan disiplin untuk tetap fokus tidak dibebani dengan pikiran di luar taekwondo.

"Saya datang untuk mendorong para atlit untuk semangat dan melihat langsung, anda mewakili jutaan rakyat Indonesia menunggu perjuangan anda di Filipina, harus berjenjang dan praktek berkelanjutan dan berharap pemerintah dan kita semua bisa menyadari semangat anda semua," katanya

Sementara itu, Ketua Umum PB TI Thamrin Marzuki menyampaikan atlet pelatnas taekwondo ada 20 atlet terdiri 12 senior dan 8 junior dan meminta kepada Menpora untuk mencari pelatih yang tepat untuk mereka.

"Target internal kami di Filipina SEA Games 3 medali emas kata pak Menteri, dalam waktu yang sangat singkat kita butuhkan adalah 'pelatih handal' yang bisa membantu mengatur pembinaan secara berkelanjutan," kata Thamrin.

Atlet Taekwondo Akan Dievaluasi Lewat PraPON

190910142127-tim-p.jpg

"Terakhir saya dapat kabar atlet Pelatnas akan tampil dan di evaluasi di Pra-PON XX, kemungkinan yang kalah akan eliminasi. Tapi saya berharap atlet-atlet Jabar bisa bertahan," kata Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Pengprov TI Jabar, Bayu Firmansyah, saat dijumpai di Gor Pajajaran, Kota Bandung

TIM Pelatnas Filipina Taekwondo Sea Games tahun 2019, dikabarkan akan dievaluasi saat tampil di Pra-Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Tangerang. Dewan Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI), Jawa Barat atlet keinginan dapat terus bertahan di Tim Pelatnas.

Sementara ini jumlah taekwondoin Jabar yang masih bergabung bersama Tim Pelatnas disebut sekitar 8 orang, dimana 2 atlet diantaranya merupaka atlet Kyorugi sedangkan sisanya adalah atlet Pomsaee.

"Jumlah atlet sekitar delapan orang, lima sampai enam atlet di Pomsaee. yang jelas masih belum berubah dari jumlah terakhir. Jadi dari PB memang membolehkan biasanya yang sudah-sudah untuk Pelatnas itu 'wildcard' tapi itu tadi kabarnya akan di evaluasi disana," katanya.

Selain itu, kata Bayu, Pra-PON XX kali ini akan dikemas dengan Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Sehingga akan ada penambahan nomor di luar PON, "Jadi konsepnya Kejurnas, nanti ada penambahan nomor juga untuk yang Kejurnas," jelasnya.

Image result for atlet taekwondo 780

Membahas peluang para atlet Jabar di Pra-PON XX, ia menilai Jabar masih diperhitungkan. Bahkan beberapa atlet Pelatnas sudah dipastikan tidak akan tergantikan di Pelatnas, misalnya seperti Defia Rosmaniar dan Dinggo Ardian Prayogo.

Defia itu sendiri adalah peraih medali emas pertama untuk Indonesia di Asian Games XVIII / 2018, lalu. "Yang jelas Defia tentu menjadi andalan Indonesia di SEA Games, salah satu mungkin Dinggo di kelas Kyoruginya. Tapi kita akan lihat nanti," katanya.

Ia berharap dengan hadirnya beberapa taekwondoin Jabar dalam tim Pelatnas, dapat membantu Jabar dalam mempersiapkan PON XX / 2020 di Papua. Termasuk jam terbang latihan mengingat bahwa konsep ini akan menjadi lebih berat dari yang di perkirakan.

"Tentu saja kami sangat berterima kasih kepada atlet kami dapat hadir untuk bergabung di pusat pelatihan nasional. Karena di sana mereka bisa mendapatkan tabungan (pengalaman latihan) lagi. Jadi, sangat membantu," katanya

Support kita kepada para atlit mendukung secara moral baik melalui sosial media supata mental para atlit kita ketiak menghadapi para lawan tidak lemah, dan doa yang terbaik untuk para atlit kita yang sedang berusah untuk menampilkan yang terbaik.

Kiriman serupa