bandaruang
Berita Viral

Kang JJ Ukir Prestasi Lewat Ekspedisi Motor

Kang JJ Kembali Mengukir Prestasi Dunia Lewat Ekspedisi Bermotor Keliling Dunia Equatoride

Kang JJ dan EIGER menggelar petualangan menjelajah dunia tropis dengan tajuk Ekspedisi Equatoride, yang dimulai tepat di hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2019.

Petualangan tersebut akan menggunakan sepeda motor dan akan dilakukan oleh Jeffery Polnaja, dengan menjahit sabuk tropis 23.5° LU dan 23.5° LS

Jalur Equatoride akan melewati lebih dari 25 negara bagian dan dilakukan selama dua tahun perjalanan dengan bermotor ke lokasi-lokasi menantang.

Di tahun tahun sebelumnya, EIGER sukses menggelar dengan tema yang sama yaitu Ride For Peace pada 2006-2015, EIGER bersama Jeffery Polnaja.

“Equatoride sendiri merupakan perjalanan solo touring menggunakan moda transportasi roda dua menjelajahi kawasan tropis 23.5° LU dan 23.5° LS. Perjalanan ini akan menjahit sabuk negara tropis selama 2 tahun non stop," ungkap Marketing Division Head PT. Eigerindo Multi Produk Industri, Harimula Muharam.

Dijelaskannya, kurang lebih ada sekitar 25 negara yang akan dilewati dalam perjalanan Equatoride ini. Dimulai dari Indonesia, Malaysia, Brunei, Phillipines, New Zealand terus ke South America Countries, kembali ke South East Asia dan akankembali finish di Indonesia pada tahun 2021.

Semua perjalanan dan cerita cerita Equatoride ini juga akan didokumentasikan melalui website www.equatoride.com dan akun sosial media @eigeradventure.

Sedangkan Jeffery Polnaja yang akrab disapa Kang JJ ini sendiri mengakui bahwa perjalanan kali ini akan berbeda dengan perjalanan di tahun tahum sebelumnya.

"Melewati negara-negara tropis dengan waktu yang lebih singkat pasti menjadi tantangan tersendiri. Saya sudah menyiapkan fisik, perbekalan dan alat yang dibutuhkan dalam perjalanan ini. Saya siap membawa nama Indonesia dan menjahit sabuk tropis untuk Indonesia,” ujar Jeffery Polnaja.

KAng JJ

Seperti kita ketahui, Jeffrey Polnaja adalah sosok tokoh petualang berkendara motor asal Jawa Bara dan lahir di Bandung pada bulan Juni tahun 1962, beliau sudah menjelajah dunia dengan motor sejak tahun 2006.

Dari perjalanan beliau yang menempuh jarak sekitar 420.000 KM, Kang JJ berhasil membawa nama Indonesia di kancah dunia melalui misi “Ride For Peace”.

Hasil dokumentasi berupa visual dan story telling yang sangat kuat menjadi kesan tersendiri dalam setiap perjalanan Kang JJ.

“Tujuan Equatoride kali ini adalah untuk kembali mengharumkan nama bangsa Indonesia melalui misi perjalanan kawasan tropis. Kang JJ akan kembali mengukir prestasi dunia,” jelas Harimula Muharam.

Untuk mengapresiasi Sang Petualang Kang JJ, EIGER melakukan prosesi pelepasan tepat pada 28 Oktober untuk memaknai kembali Hari Sumpah Pemuda.

Kang JJ Sempat Dianggap Gila

Bikers asal Bandung, Jeffrey Polnaja atau Kang Jeje akan melakukan ekspedisi Equatoride dengan menjelajahi 25 negara tropis di dunia dengan mengendarai sepeda motor. Perjalanan dimulai 28 Oktober 2019 dan ditargetkan selesai dalam dua tahun.

Tahun 2001, Kang JJ atau Jeffrey mencetuskan ide keliling dunia dengan mengendarai sepeda motor pasca melihat tayangan televisi bagaimana pesawat menabrak World Trade Center (WTC).

Ia kemudian mencari sponsor dengan mendatangi sebuah perusahaan.

Jangankan tertarik, perusahaan tersebut menertawakan Jeffrey dan menganggap pria yang akrab disapa Kang Jeje (JJ) ini orang gila. Mimpi JJ dianggap mustahil untuk diwujudkan.

Tak patah semangat, Jeje tetap memupuk mimpinya sambil menjalankan hari sebagai pengusaha. Hingga suatu hari, dia memutuskan untuk mengumpulkan banyak uang demi perjalanan solonya, bahkan hingga menjual perusahaannya.

Awal Start Dari Kang JJ

Tahun 2006, ia memulai perjalanannya keliling dunia menggunakan modal sendiri dan membawa misi perdamaian. Ia bertemu dengan banyak orang di 97 negara.

Kepada orang-orang tersebut, Jeje menggambarkan Indonesia negara damai, bukan negara teroris yang kerap disangkakan masyarakat dunia.

Bahkan, di negara-negara konflik seperti Afghanistan, kedamaian Indonesia menjadi impian warga di sana, “Saya tidak datang ke sebuah negara untuk mengubah politik setempat menjadi damai. Tapi memberi tahu pandangan Indonesia sebagai negara damai,” ujar Jeje kepada Kompas.com di Eiger Bandung, Senin (28/10/2019).

Setiap mengunjungi suatu negara, Jeje datang seperti kanvas putih yang ingin mengenal budaya negara tersebut, ketika warga di sana bertanya, baru ia menjelaskan tentang Indonesia.

Dengan pertemanan, berkomunikasi, mereka akan mengenal sosok Indonesia. Bahkan, ada kalanya mereka penasaran dan mencari sendiri informasi tentang Indonesia.

Semua perjalanan ini bagi dia adalah caranya berterima kasih kepada Tuhan. Ia menikmati pejalanan, mengagumi berbagai keindahannya.
“Di alam bukan untuk menantang atau merasa diri paling hebat. Tapi mensyukuri dan menikmati kehebatan sang pencipta."

Tampilkan Lebih Bnayak

Related Articles

Back to top button
Close