yandex
Berita Viral

Erick Thohir Fokus Cegah Korupsi

Erick Thohir Fokus Cegah Korupsi 1

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir melakukan sejumlah langkah di minggu pertama dia menjabat. Salah satu langkah yang ditegaskan yaitu untuk mencegah praktik korupsi pada perusahaan BUMN.

Upaya untuk mencegah korupsi di perusahaan-perusahaan publik dengan penerapan tata kelola perusahaan yang baik sangat serius, sehingga tidak hanya menjadi sebuah deklarasi sederhana saja.

"Saya sudah buat statement. Satu kita ini harus Good Corporate Governance (CGC), jangan hanya statement. Tapi yang benar-benar harus dikerjakan sehari-hari," kata dia di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta.

Erick juga akan mengubah aturan yang tumpang tindih. Hal ini sesuai dengan pedoman dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika ia dilantik sebagai menteri BUMN.

"Itu mungkin ada Peraturan Menteri yang harus saya ubah, salah satunya karena memang Presiden juga sudah bicara," tutur dia.

Erick mengaku sedang melakukan evaluasi peraturan menteri yang tumpang tindih. Targetnya, dalam waktu satu bulan peraturan yang tumpang tindih akan diselaraskan.

"Dalam waktu satu bulan dan ini sedang kita periksa Peraturan Menteri apa yang menghambat," tandasnya.

Direksi BUMN Tak Perlu Ganti

Menteri BUMN, Erick Thohir menilai bongkar pasang direksi dan komisaris BUMN tidak perlu dilakukan selama manajemen BUMN tersebut profesional dan laba (bottom line) tercapai.

"Tidak, saya sudah sampaikan selama itu profesional dan bottom line (target dasarnya) tercapai target," ujar Erick Thohir di Jakarta dikutip dari Antara, Jumat (15/10).

Dia mengatakan bahwa kendati BUMN merupakan korporasi yang didorong untuk berorientasi laba, tapi tidak semua BUMN harus mengejar laba karena ada BUMN-BUMN yang difokuskan untuk menjalankan kebijakan pembangunan.

"Jadi sama-sama, yang satu berupa uang yang dipergunakan lain dan yang satu berupa sebuah kegiatan yang langsung dirasakan masyarakat," katanya.

Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir mengakui bahwa tugas BUMN sangat berat karena tidak hanya dituntut sebagai korporasi yang berorientasi laba, namun juga berperan sebagai lokomotif bagi pembangunan Indonesia.

Menurut dia, BUMN adalah agen perubahan bagi Indonesia dan bagaimana BUMN harus menjadi pusat kinerja untuk juga kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Erick Thohir juga meyakini bahwa visi Indonesia 2045 yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo bukanlah sesuatu yang di awang-awang, melainkan harus dimulai dari sekarang untuk mencapainya.

Menteri BUMN tersebut menganggap dirinya merupakan pembantu Presiden Joko Widodo dan menyatakan bahwa dia sangat siap dicopot oleh Presiden jika tidak mencapai key performance index atau KPI yang harus dicapai selama tiga bulan ke depan.

Erick sendiri memprioritaskan tiga program BUMN, antara lain proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, PT Asuransi Jiwasraya, dan negosiasi Pertamina antara dengan perusahaan Arab Saudi Aramco.

Menurut dia agar ketiga program prioritas dapat berjalan dan tuntas, maka memang harus didukung tim yang memang profesional dan transparan karena banyak sekali kegiatan-kegiatan yang harus segera dilakukan untuk kementerian BUMN.

Hal itu termasuk dua wakil menteri BUMN yakni Wakil Menteri BUMN I Budi Gunadi Sadikin serta Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo yang telah ditunjuk dan dilantik Presiden Jokowi.

Lika-liku Perjalanan Erick Thohir, Menteri BUMN Pilihan Jokowi

Baru Menjabat Menteri, Erick Thohir Fokus Cegah Korupsi & Ubah Aturan Tumpang Tindih

Pengusaha dan pendiri grup bisnis Mahaka, Erick Thohir, pada Rabu lalu resmi ditunjuk Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjadi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dalam perjalanannya karirnya selama ini, Erick pernah menjadi sasaran teguran hingga pelaporan ke polisi oleh sejumlah pihak, berikut di antaranya:

1. Dilaporkan atas Kasus Penipuan

Insiden terbaru ini terjadi beberapa hari usai dilantik menjadi menteri. Mantan Wakil Kapolri yang juga Ketua Pengurus Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI), Komisaris Jenderal Purnawirawan Oegroseno, ingin melaporkan Erick Thohir ke polisi.

Oegroseno hendak melaporkan Erick Thohir yang merupakan mantan Ketua Umum Komite Olahraga Indonesia (KOI) karena tidak memberangkatkan delapan atletnya ke SEA Games 2019 di Filipina. Oegroseno menilai Erick telah melakukan penipuan.

Chef de Mission (CdM) Indonesia, Harry Warganegara menilai laporan ini salah alamat. Harry menyebut olahraga sudah memiliki hukum dan badan yang mengawasi. Jika ingin melapor, seharusnya Oegroseno tahu harus ke mana. “Urusan olahraga itu ada di BAKI (Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia). Tidak ada urusannya dengan kepolisian. Tapi kalau mau dilaporkan silakan," ujar Harry pada Jumat, 25 Oktober 2019.

Tampilkan Lebih Bnayak

Related Articles

Back to top button