yandex
Berita Viral

Cakades Jepara hanya butuh RP 0 untuk terpilih.

cakades jepara

Cakades Jepara atas nama Sholihan

Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Kamis (17/10/2019) kemarin menggelar pilkades serentak di sebanyak136 desa. Ada yang mengagetkan pada pilkades Banjar Agung, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara. Pasalnya, tanpa mengeluarkan money politik alias serangan fajar, tapi dapat memenangkan pertarungan di pilkades hal yang demikian.

Pilkades di desa ujung utara Kabupaten Jepara, itu dicontoh dua orang. Nomer satu Mifbahudin dan nomer dua Sholihan untuk cakades jepara.

Pelaksanaan pemilihan semenjak pagi berlangsung lancar, masing-masing kubu mengerahkan timses untuk memobilisasi massa penunjang.

Nah, pada dikala penghitungan bunyi mulai terasa ketegangan. Hasil ini sesudah bunyi nomer dua menyalip nomer satu.

Kemudian pada akhir sempurna bunyi nomer satu mendapat 1670 dan nomer dua 2186. Sehingga dimenangkan calon cakades jepara yang diusung para relawan.

Arief Uliyanto, warga setempat, menyatakan bahwa juara pilkades itu tangan kosong alias tanpa mengeluarkan tarif. Malah warga urunan untuk menyokong jagonya.

“Alhamdulillah, walaupun tanpa serangan fajar nomer dua dapat menang telak dibandingi lawannya yang gunakan metode serangan fajar.

Warga desa kini telah cerdas untuk memilih calon pemimpinnya ,” kata Arief.

Ditambahkan, para penunjang cakades yang keok tak terima dengan kekalahan bunyi cukup jauh itu.

Sehingga, belasan orang dikala pulang menuju ke rumah masing-masing melewati depan rumah juara dengan menggeber sepeda motor.

“Ya ada insiden ketegangan sedikit, namun telah sukses diredam. Jadi tak terjadi hingga adu jasmani ,” tandasnya.

Prosedur Pemilihan Cakades Jepara

Sesudah pemungutan bunyi Kamis (17/10), panitia pemilihan kepala desa (Pilkades) punya waktu tujuh hari. Untuk melaporkan hasil Pilkades terhadap Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Kepala Komponen Pemerintahan Desa (Pemdes) Setda Jepara Siswanto menjelasakan, panitia Pilkades melaporkan hasil beserta isu acara pemungutan bunyi. Termasuk isu acara penghitungan bunyi dan penetapan calon kepala desa terpilih.

”Berikutnya keluar penetapan calon kepala desa terpilih, dengan surat keputusan BPD diberi tahu terhadap bupati melalui camat,” katanya.

Merespon hasil Pilkades, pihaknya mendapatkan aduan ataupun masalah berakhir pemilihan.

Meskipun ini cocok dengan arahan pimpinan tempat dan hukum yang berlaku. Pihaknya mengantar jajaran Forkopimda monitoring ke sejumlah desa.

Salah satunya di Desa Bandengan, Kecamatan Jepara. Antusias warga tampak dikala antri masuk ke TPS. Ada lima TPS di sana.

Warga berjejal-jejalan untuk memilih calon kepala desa alternatif masing-masing. Terdapat lima calon kepala desa di desa hal yang demikian.

Sekda Jepara Edy Sujatmiko mengatakan, pemilihan kepala desa serentak telah disiapkan mulai pra sampai pemilihan. Seandainya pascapemilihan, pihaknya menyediakan posko di Setda jepara 24 jam.

”Bijak ada kendala camat menjalankan laporan terhadap bupati melewati posko. Sehingga dapat lantas ditindaklanjuti agar berhasil sampai akhir,” tuturnya.

Kapolres Jepara AKBP Sampai Budiman mengatakan, pengamanan diawali dengan monitoring dan pencegahan preventif oleh polsek, koramil, Satpol PP, dan linmas. Memantau keamanan semenjak Rabu (16/10) malam sampai hari H. Juga menolong kesiapan panitia.

Sehingga dipastikan segala TPS serentak mengawali jenjang pencoblosan tanpa hambatan. ”Karenanya penghitungan berjalan kondusif. Animo masyarakat juga tinggi,” katanya.

Sementara itu Ketua DPRD Jepara Imam Zusdi Ghozali sudah menjalankan rapat pimpinan dan fraksi berhubungan Pilkades serentak. Ke depan dewan semestinya bersinergi dengan masyarakat melewati pemdes.

”Kesenjangan selama ini yang dinikmati oleh desa ialah tak diakomodir masukannya dikala Musrenbang. dewan semestinya acap kali-acap kali turun ke bawah,” katanya.

Source:
bandaruang.com
faktualnews

Tampilkan Lebih Bnayak

Related Articles

Back to top button