Bukan Uang, Ini Alasan Wanita Cantik Suka Sama Pemain Bola

Brilio.net - Beberapa waktu lalu, netizen sempat dibuat heboh oleh kiper Arema yang juga penjaga gawang Timnas, Kurnia Meiga 'memperkenalkan' wanitanya kepada publik yang kini menjadi istrinya, Azhiera Adzka Fathir.

Pada saat itu, Meiga yang dianggap berwajah biasa-biasa saja, berhasil menaklukkan hati seorang wanita yang cantik jelita seperti Azhiera.

Bukan Uang, Ini Alasan Wanita Cantik Suka Sama Pemain Bola - Terkejutnya Publik

Satu hal lagi yang mengejutkan publik terhenyak adalah bagaimana seorang bek asal Prancis yang kini merumput di klub Liga Premier Inggris, Manchester City, Bacary Sagna bisa menaklukan seorang super model yang bernama Ludivine.

Seperti halnya Kurnia Meiga, Sagna tak setampan David Beckham maupun Cristiano Ronaldo, namun kenyataannya mereka berdua bisa membuat kamu hawa berparas jelita takluk kepadanya.

Banyak yang bertanya-tanya, faktor gelimang harta adalah daya tarik utama mengapa bidadari-bidadari tersebut mendekat dengan pemain sepak bola. Gaji dan bonus yang begitu besar dan sekarang menjadi dua hal yang sangat dekat dengan kehidupan para pemain sepak bola.

Bukan Uang, Ini Alasan Wanita Cantik Suka Sama Pemain Bola - Penghasilan Pesepak Bola

Sebagai gambaran, pada tahun 2016 lalu, gaji minimal pemain sepak bola yang berlaga di Indonesia Soccer Championship (ISC) adalah Rp 5 juta. Tidak ada data berapa besaran gaji maksimal, namun nilai Rp 5 juta itu sudah termasuk besar untuk ukuran masyarakat Indonesia, belum lagi bonus-bonusnya.

Itulah dampak dari sepak bola itu sendiri, yang telah menjadi industri global dan fakta bahwa sepak bola menjadi sebagian besar penggemar olahraga, sehingga membuat uang yang berputar dalam industri sepak bola modern luar biasa besar.

Namun, jika mengacu pada penelitian yang dilakukan oleh majalah TIME beberapa waktu yang lalu, dugaan sebagian orang tentang materi sebagai faktor utama alasan wanita cantik jatuh ke pelukan pemain bola bisa dimentahkan, atau setidaknya menjadi sesuatu yang dapat dikenakan perdebatan.

Dilansir brilio.net, Rabu (9/8), berikut pendapat ahli evolusi biologi, psikologi dan obat-obatan yang diwawancarai TIME.

Kiriman serupa