BAGAIMANA NASIB AGAMA DI MASA DEPAN

Bagaimana nasib agama dimasa yang akan datang, itulah yang akan kita bahas melalui artikel ini.
Sebelum Islam, Kristen dan Buddha, ada seorang Zoroaster. Ada sekitar 3500 tahun yang lalu, di Zaman Perunggu Iran, dia memiliki visi bahwa Tuhan yang tertinggi hanyalah satu. Setelah 1.000 tahun kemudian, Zoroastrianisme, monoteistik merupakan yang pertama dalam Kekaisaran Persia kepercayaan resmi serta Perkasa.

Kuil api sering dikunjungi oleh jutaan orang. 1000 tahun setelah kekaisaran runtuh dan para pengikut Zoroaster dan dipaksa untuk berpindah keyakinan baru penakluk mereka, Islam. Dan 1500 tahun kemudian, hari ini, kepercayaan Zoroastrianisme sudah mulai semakin dikit. Para penyembah api suci telah mencapai tahap yang paling rendah.

Bagaimana Nasib Agama Dimasa Depan? 1

Pengertian Tentang Agama

Apa yang dimaksud dengan agama (religion)? Menurut KBBI, pengertian agama adalah suatu ajaran dan sistem yang mengatur tata keimanan/ kepercayaan dan peribadatan kepada Tuhan yang Maha Kuasa, serta tata kaidah terkait pergaulan manusia dengan manusia serta lingkungannya.

Pendapat lain mengatakan arti agama adalah suatu kepercayaan dan penyembahan terhadap kuasa dan kekuatan sesuatu yang luar biasa di luar diri manusia. Sesuatu yang luar biasa itu disebutkan dengan beragam istilah sesuai dengan bahasa manusia, misalnya; Aten, Tuhan, Yahweh, Elohim, Allah, Dewa, God, Syang-ti, dan lain sebagainya.

Mengapa Kita Harus Percaya Agama ?

Gagasan bahwa agama adalah diperlukan untuk memenuhi kebutuhan fungsionalis masyarakat terhadap pandangan hidup. Ada banyak asumsi fungsionalis, antara lain, gagasan bahwa adalah "candu masyarakat", yang digunakan sebagai pedoman dalam hidup. Ada juga usulan bahwa dukungan abstrak intelektualisme iman untuk ilmu pengetahuan dan hukum.

Tidak hanya itu, suatu keyakinan merupakan yang harus diberikan kepada seseorang sejak lahir, karena jika sudah di tanamkan maka seseorang akan tumbuh dengan memiliki kepercayaan. Agama tidak hanya tentang kepercayaan terhadap Tuhan akan tetapi juga tentang kasih sayang terhadap lingkungan sekitar, rasa empati dan hal-hal baik lainnya.

Bagaimana Nasib Agama Dimasa Depan? 2

Menurut psikolog Ara Norenzayan, kepercayaan pada "Tuhan-tuhan yang Maha Besar" inilah yang memungkinkan terbentuknya masyarakat sosial yang terdiri dari sejumlah besar orang yang tidak saling mengenal.
Apakah kepercayaan itu merupakan sebab atau akibat, sehingga masih harus untuk diperdebatkan. Tapi yang jelas berbagi kesamaan keyakinan memungkinkan orang hidup berdampingan dengan damai.

Apa Akibatnya Jika Dunia Tanpa Agama ?

Ada dua kemungkinan, lebih buruk atau lebih baik. Ini diciptakan terutama untuk meningkatkan moral / budi pekerti manusia, dan untuk meningkatkan perilaku serta kepribadian. Dengan demikian, tanpa agama, etika / moral manusia akan hilang dan hancur. Adapun kemungkinan yang lain yaitu, kehidupan manusia akan lebih baik tanpa kepercayaan, itu adalah pandangan komunisme.

Sebuah dunia tanpa keeprcayan, dampak atau efek yang dapat dirasakan oleh semua orang. Kehadiran di dunia ini setidaknya digunakan sebagai sumber bimbingan moral, kebenaran, sumber informasi tentang masalah metafisika atau hal-hal yang di luar jangkauan oleh ilmu-ilmu manusia, dan terutama dapat memberikan bimbingan spiritual kepada orang-orang saat sedih maupun bahagia.

Agama Sebagai Pandangan Hidup Dalam Kehidupan

Pandangan hidup adalah sebuah pendapat atau pola pikir tentang kehidupan yang dijadikan sebuah pedoman atau petunjuk untuk menjalani kehidupan. Pandangan hidup berperan penting sebagai sebuah prisnsip didalam diri pribadi manusia masing-masing.
Pandangan hidup yang berasal dari agama.
Pandangan hidup berdasarkan ideologi.
Pandangan hidup berdasarkan renungan.

Bagaimana Nasib Agama Dimasa Depan? 3

Ada beberapa jenis pandangan hidup yang harus kita contoh dan kita jadikan pedoman adalah Pandangan hidup yang berasal dari Agama. Mengapa demikian ? karena kebenaran yang mutlak dan di dalamnya terdapat ajaran dan aturan untuk menjalani kehidupan dengan baik dan benar.

Semua Agama Mengajarkan Kebaikan

Saya yakin tidak ada satupun agama yang mengajarkan tentang kejahatan. Semua selalu memberikan kita arahan untuk menjadi pribadi yang baik dengan jalan yang benar. Konflik yang terjadi hanyalah perbedaan pendapat yang beranggapan bahwa apa yang kita katakan ialah yang paling benar. Fikiran seeprti inilah yang dapat mebuat keributan dalam masayarakat.

Bagaimana Nasib Agama Dimasa Depan? 4

Jika kita semua dapat saling menghormati serta menghargai maka dunia ini akan berjalan dengan damai tanpa adanya konflik yang mengakibatkan peperangan sampai pertumpahan darah. Saya berharap melalui artikel ini dapat hidup berdampingan di jalan yang benar dan selalu saling menghormati.

Kiriman serupa